Rabu, 28 April 2010

Pijat Refleksi

Pijat Refleksi


PIJAT refleksi sebenarnya juga sudah dilakukan orang sejak ratusan tahun yang lalu. Sekarang diangkat lagi dijadikan pengobatan alternatif. Ada dua cara pijat refleksi, melalui kaki atau tangan. Biasanya pijat refleksi kaki lebih sering dilakukan karena ukuran telapak kaki lebih besar sehingga bagian2 syaraf yang bermuara di kaki lebih mudah untuk dipijat.

Syaraf kepala akan terrefleksi ke bagian ujung jari2 kaki, jadi kalau kepala yang sering pusing, pijat saja bagian2 ujung jari kakinya. Syaraf mata, hidung, gigi dan bagian2 yang ada dikepala terefleksi di sekitar jari kaki, agak turun sedikit bagian leher, terus turun lagi bagian pundak, pernafasan, pencernaan, hingga alat reproduksi di bagian tumit kaki.

Pijat saja kaki di bagian mana yang sakit, di situ pasti ada masalah. Misalnya kalau kepala pusing, pijat saja ujung2 jari kaki, lebih utama lagi ujung ibujari kaki. Ada bagian yang sakit ada pula yang tidak sakit, pijatlah agak keras di bagian yang sakit disitulah ada penyakitnya.

Kalau ada masalah dengan urusan reproduksi (misalnya susah punya anak) atau impotensi atau ada kista di indung telur pijat saja di bagian kaki sekitar tumit telusuri terus cari bagian yang paling sakit, tekan2 terus, setiap bagian tekan sekitar 5 menit pindah ke bagian yang lain.

Bagian kandung kencing, ginjal dan saluran kencing terefleksi di atas tumit persis di bawah mata kaki. Bagian ini biasanya dipijat yang pertama kali, untuk sakit apapun, termasuk pusing darah tinggi hingga lemah syahwat. Karena di bagian itulah banyak racun menumpuk. bagian itu dipijat 5-10 menit untuk menghancurkan racun2 dan akan keluar melalui air kencing. Biasanya orang yang habis dipijat refleksi, air kencingnya akan keruh, kuning kemerahan, tergantung seberapa besar racun yang sudah terkandung di dalam tubuh. Dari ibujari kaki turun ke bawah hingga tumit, itu adalah bagian kepala-tulang belakang hingga anus. Keluhan Sakit kepala, leher, pinggang dan anus, pijat saja di bagian ibujari hingga tumit.

Kalau rajin melakukan pijat refleksi, penyakit2 infeksi tenggorokan, pencernaan, hingga ambeien bisa dicegah. Karena pijat refleksi ini dapat merangsang kerja syaraf, dan meningkatkan kerja hormon2 pertahanan tubuh.

Setelah dipijat refleksi, biasanya dianjurkan minum air putih, supaya racun2 yang sudah “dibongkar” tadi dapat keluar melalui keringat atau air kencing.

Selamat mencoba sendiri pijat refkesi ini…

Kamis, 22 April 2010

Darah & Cairan Tubuh Pemelihara Vitalitas

Darah & Cairan Tubuh Pemelihara Vitalitas


..sebagai Pemelihara Vitalitas, bersama dengan Qi, Darah & Cairan Tubuh berperan setara penting.

DARAH. Yakni cairan berwarna merah yang beredar dalam Pembuluh Darah, sebagai substansi makanan vital bagi tubuh. Buku Ling Su pun mengungkapkan bahwa Pemanas Tengah mengubah sari makanan menjadi cairan merah tersebut. Organ Limpa & Lambung lah yang berperan penting, sehingga disebut sebagai Sumber Qi & Darah. Ying Qi mengalir ke dalam Pembuluh, lalu diubah menjadi Darah. Dimungkinkan sari makanan & Darah juga diubah satu menjadi yang lain.

Bila tidak dikonsumsi, Darah akan diubah menjadi Essensi di Ginjal. Bila tidak merembes ke luar, akan diubah menjadi Darah, di Hati.

Mengambil sari makanan dari sari Ginjal (sebagai materi dasar), Darah dibentuk melalui aktivitas fungsional organ Zang Fu. Usai dibentuk, Darah normal akan beredar dalam Pembuluh Darah ke seluruh tubuh, dan bekerja dalam kerjasamanya dengan Jantung (pendominasi Darah & Pembuluh Darah), Hati (penggiat aliran Qi, serta penyimpan & pengatur volume Darah), dengan Limpa (pengontrol Darah & pencegah pendarahan). Koordinasi ketiganya tetap memelihara peredaran Darah dalam Pembuluh Darah, ke seluruh tubuh. Disfungsi akan berakibat buruk.

Darah beredar ke seluruh tubuh melalui 5 organ Zang dan 6 organ Fu. Dengan ini Darah memberi makan & lembabkan seluruh jaringan & organ tubuh. Darah pun merupakan materi dasar kegiatan Mental. Pasokan Darah yang cukup menjamin jernihnya kesadaran serta berkobarnya semangat.

CAIRAN TUBUH. Merupakan istilah kolektif dari semua cairan normal yang ada dalam tubuh. Termasuk saliva, cairan Lambung, segala cairan pencernaan lain, cairan sendi, air mata, cairan Hidung, keringat, juga kemih. Ia dibentuk dari makanan & minuman yang telah dicerna maupun diserap Limpa-Lambung.

Pembentukan, distribusi, dan ekskresinya merupakan suatu prosesi rumit, sebagai hasil aktifitas terkoordinasi organ Zang Fu, terutama Paru-paru, Limpa, & Ginjal. Perubahan patologis organ dimaksud dapat sangat berpengaruh signifikan.

Cairan Tubuh melembabkan dan memberi makan berbagai bagian tubuh. Cairan yang jernih & encer dikenal sebagai Jin, yang didistribusikan ke permukaan otot guna menghangatkannya & memberi nutrisi, serta lembabkan kulit. Yang pekat & keruh dikenal sebagai Ye, yang disimpan dalam sendi & ruang-ruang terbuka lain, berfungsi membasahi sendi, menguatkan Otak & Sumsum, serta memasok nutrisi berbagai ruang terbuka. Keduanya dapat diubah dari bentuk yang satu ke bentuk lainnya. Umum disebut Jin Ye.

QI, DARAH, & CAIRAN TUBUH bekerja sama saling mendukung serta menahan/membatasi satu terhadap yang lain dalam aktifitas fungsionalnya masing-masing mewujudkan HARMONI, pada tubuh.

Harmonisasi selaras seimbang pada setiap bagian komplek tubuh sebagai mikrokosmos yang selaras dengan harmonisasi selaras seimbang lingkungan sekitarnya termasuk Alam Raya sebagai makrokosmos-nya akan ciptakan Harmonisasi yang sungguh INDAH.. SEHAT.. dan tentu MENAWAN. Sebuah keadaan ideal yang hanya bisa mewujud melalui UPAYA serius setiap bagian di dalamnya. Tentu saja tetap dalam lingkup KEHENDAK SANG HYANG AGUNG.. SANG EMPU segala Empu..